vapor-life

Penjelasan Dinas Kesehatan Jatim Tentang Vapor

BERITA HOT NEWS

Penjelasan Dinas Kesehatan Jatim Tentang Apakah Vapor Termasuk Aman atau Tidak

BUANABOLA – Seorang wirausaha yang bernama Andrini memilih untuk menggunakan vapor sebagai seni dalam memainkan uap vaping.

Semua berawal dari keisengannya mencoba vapor sebagai gaya hidup kemudian dia pun memulai menekuni pekerjaan yang biasa di gunakan sebagai ajang promosi produsen vapor.

“Pembuktian dari seorang dokter yang sudah dua tahun berhenti merokok dan nge-vape, rontgen before after dan paru-parunya itu yang semula hitam sekarang berubah menjadi bersih,” tegas Andrini, kepada sumber warta berita akhir tahun lalu.

Dalam sebulan iapun bisa meraup 3juta rupiah dari pekerjaannya sebagai vapotrick.

Meskipun harus mengkonsumsi lebih banyak cairan vapor. Dia bisa menghabiskan hingga 12 botol isi ulang vapor dalam sebulan.

“Untuk liquid ada yang beli sendiri. Tetapi ada juga sponsor dari liquid lokal dan juga malaysia,” lanjutankannya.

Melihat akan fenomena vapor ini, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr kohar Hari Santoso mengungkapkan, konsumen harusnya lebih selektif pada barang yang masuk ke dalam tubuh.

Apalagi belum ada tindak lanjut atau belum adanya penelitian mendetil terkait kandungan dalam cairan vapor dan hasil dari pembakarannya.

“Warga tidak bisa menyepelekan kandungan cairan tersebut, harus di perhatikan juga manfaat dan bahayanya. Karena belum juga adanya izin edar, jaminan konsumen juga tidak ada,” tegasnya.

Menurutnya itu, vapor akan ikut di sita jika di temukan dalam operasi izin edar.

Seharusnya imbuh Dr Kohar, produsesn bisa melakukan pengujian keamanan vapor ke badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) ataupun universitas.